Recursive [7]

Character/Pairing(s): Hyun Seung/HyunA(Trouble Maker)
Rating: R

__________________________________________________________________

[U ok?]

From: J.S.

To: HyunA

 

Hei, belum mendengar kabar darimu beberapa minggu terakhir. Kau baik-baik saja? Maksudku—biasanya kau setidaknya menyapa tiap beberapa hari sekali…

__________________________________________________________________

 

[Re: U ok?]

From: HyunA

To: J.S.

 

Aku sibuk akhir-akhir ini… Tapi aku masih utuh, kalau itu yang kau tanyakan. Hohoho, aku tidak menyangka kau tipe yang perhatian. Apa sekarang kau benar-benar jatuh pada pesonaku? Bercanda, mahluk dingin macam dirimu tidak akan mengerti mengapresiasi sesuatu yang bagus.

 

^_^

 

 

 

Uum, kau masih ingat e-mailku mengenai pekerjaan blablabla itu?

__________________________________________________________________

 

[Re: U ok?]

From: J.S.

To: HyunA

 

Ingat. Apa kau sudah memutuskan?

__________________________________________________________________

 

[Re: U ok?]

From: HyunA

To: J.S.

 

Sebenarnya… belum.

 

Aku benar-benar ingin berhenti, sungguh. Dan seseorang yang kukenal baru saja menawarkan kesempatan yang bagus. Tapi—apa kau pernah terlanjur dicap oleh orang-orang? Imej dan titel yang sudah melekat sampai rasanya apapun yang kau lakukan akan selalu dikaitkan pada imej dan titelmu?

 

Kalau ternyata ketika aku menerima kesempatan itu, kemudian ternyata tetap saja orang-orang memanggilku dengan sebutan yang sama, memandangku dengan imej yang sama, rasanya akan sia-sia saja bukan? Setidaknya jika aku menolak kesempatan ini, semua yang orang-orang katakan tentangku benar.

__________________________________________________________________

 

[Re: U ok?]

From: J.S.

To: HyunA

 

Aku mengerti bahwa persepsi orang bukan hal yang mudah untuk diubah. Tapi itu tidak mustahil. Akan butuh waktu, itu pasti, tapi tidak pernah—tidak akan pernah menjadi sebuah hal yang mustahil. Kau hanya harus jadi dirimu sendiri…

 

Aku bisa mengubah persepsiku tentangmu. Aku yakin orang lain juga bisa.

 

Agak aneh mengatakan ini, mengingat aku bahkan tidak tahu dirimu.

__________________________________________________________________

 

[Re: U ok?]

From: HyunA

To: J.S.

 

Hahaha… Pandanganku kepadamu juga sudah berubah. Awalnya kau hanya orang yang menyebalkan, tidak tahu diri, cari masalah, keras kepala, dan semua hal jelek lainnya. Tapi sekarang kau… tidak begitu menyebalkan : p

 

Anyway, thanks. Aku akan memikirkan kata-katamu.

__________________________________________________________________

__________________________________________________________________

 

Beberapa minggu ini adalah saat yang berat untuk Hyunseung. Ia mendapatkan kasus mengenai pelecehan seksual pada anak di bawah umur. Anak itu baru berumur delapan tahun. Ia harus bekerja keras untuk mencari bukti yang memberatkan pelakunya, yang ternyata adalah guru anak itu sendiri. Mendapat kesaksian dari anak itu bukan main sulitnya. Belum lagi tekanan dari pihak lain yang menyuruhnya berhati-hati karena anak itu masih trauma.

 

Ketika ia keluar dari ruang sidang, ia baru bisa bernafas lega.

 

Itu sebabnya begitu ia menerima telepon dari Dojoon, memberitahunya bahwa ada acara kumpul-kumpul di rumah Gikwang, Hyunseung langsung menyanggupi. Sekalipun sebenarnya masih ada tumpukan file yang harus ia periksa. Tapi ia pikir ia layak mendapatkan istirahat.

 

 

“Yeoboseyo?”

 

“Yah, Jang Hyunseung!”

 

“Dojoon-hyung.”

 

“Kaku seperti biasanya, tidak bisa kau terdengar senang sedikit mendengar suaraku?”

 

“Aku mengalami hari yang berat, hyung,” ujar Hyunseung sambil menghela nafas, memijat-mijat pelipisnya, “Seperti yang kau tahu kalau kau mengikuti berita di televisi akhir-akhir ini.”

 

“Justru karena itu,” gelak tawa terdengar dari seberang, “rumah Gikwang, Sabtu jam 9. Oke?”

 

Hyunseung tidak menjawab.

 

“Oh, ayolah, anggap saja perayaan kemenangan kasusmu.”

 

“Baiklah.”

 

__________________________________________________________________

 

Seperti tiap acara kumpul-kumpul yang diprakarsai Dojoon, stok bir kalengan berlimpah. Hyunseung tidak yakin mereka akan mampu menghabiskannya. Meskipun, mengingat ada Yoseob, mungkin tiga per empatnya bisa habis.

 

Jaksa muda itu berbaring di atas sofa di depan televisi. Kemejanya yang biasanya rapi sekarang kusut dan beberapa kancingnya terbuka. Junhyun duduk di bagian kakinya, menenggak bir dan tertawa keras-keras bersama Dongwoon dan Gikwang yang duduk di lantai. Yoseob terlentang di atas karpet, membaca majalah otomotif. Sedangkan Dojoon entah di mana.

 

“Ayo, kita lakukan sesuatu!”

 

Oh, itu dia. Laki-laki yang paling tua di antara kumpulan laki-laki itu masuk ke dalam ruangan dengan membawa tas ransel.’

 

“Apa tepatnya sesuatu itu…?” Yoseob yang pertama kali menjaab.

 

“Entahlah,” sahut Dojoon sembari mengangkat bahu, “apapun. Yang seru. Seperti truth or dare?”

 

“Membosankan, terlalu main stream.”

 

“I have never…”
“Tidak, aku harus menyetir.”

 

“Aw, Hyunseungie tidak bisa minum bir? Takut mabuk?”

 

“Tutup mulut, Junhyung.”

 

“Ide lain teman-teman?”

“Battleship?”

 

“Sekalian saja kita menyambungkan koneksi LAN untuk Starcraft.”

 

“Counter Strike saja.”

 

“Aku tidak mau menghabiskan malam minggu dengan bermain game! Menyedihkan sekali rasanya…”

 

“Nonton DVD saja, deh.”

 

“Film apa?”

 

“Er…?”

 

“Apa main Strip poker saja?”

 

“Yang benar saja, hyung,” giliran Junhyung yang bicara, ia tertawa kecil, “siapa yang mau melihat kumpulan laki-laki telanjang. No, thanks.”

 

“Benar juga.”

 

“Sekalian saja kita menonton porn,” diucapkan dengan santai oleh Hyunseung. Ia hanya bercanda, tentu saja. Ia tidak menyangka wajah Dojoon akan terlihat cerah dan dengan bersemangat mengangguk-angguk.

 

“Ide bagus, Hyunseung!”

 

“Apa?”

 

“Gikwang! Mana DVD yang kupinjamkan padamu waktu itu?”

 

 

Hyunseung cepat-cepat menegakan tubuhnya, “Hyung, kau serius?”

 

“Tentu saja.”

 

Jaksa muda itu hanya bisa menatap senior-nya dengan tatapan campur antara terkejut dan frustasi. Belum lagi karena teman-temannya yang lain tampak tidak terganggu. Dan Gikwang bahkan langsung pergi mengambil DVD yang disebut-sebut Dongwoon.

 

“Kau terlalu kaku, Hyunseung, ini sebabnya kau single sekarang. Padahal perempuan yang mau denganmu sudah mengantri.”

 

Hyunseung hanya bisa pasrah. Lagipula ia kalah suara kalau melihat reaksi teman-temannya yang tampak bersemangat.

 

__________________________________________________________________

 

Saat ini menambah daftar pengalaman aneh yang dialaminya dengan lima teman-temannya ini. Mereka bersama-sama duduk di depan TV, menonton seorang perempuan terbaring di tempat tidur hanya mengenakan gaun tidur bewarna putih yang agak transparan. Hyunseung menyandarkan kepalanya ke punggung sofa. Aktris itu cantik, tapi menontonnya ramai-ramai begini ia justru merasa seperti melakukan tindakan jahat.

 

“Cantik, ya,” celetuk Yoseob tiba-tiba.

 

“Memang,” jawab Dojoon mengangguk-angguk, “dari semua aktris di bidang ini, kurasa Hyuna akan selalu jadi favoritku.”

 

Hyunseung menegakan tubuhnya.

 

“Siapa tadi kau bilang namanya, hyung?”

 

“Ha? Hyuna?”

 

Hyunseung hanya mengucapkan ‘oh’ dan kembali menyandarkan tubuhnya. Hanya sama nama, ia berpikir terlalu jauh. Bagaimana Hyuna adalah nama yang umum. Dan HyunA yang dikenalnya, namanya barangkali bukan Hyuna.

 

“Kau sudah dengar kabar terbaru, hyung?” Tanya Gikwang sekarang, melirik cepat kea rah Dojoon, “katanya ia akan main di drama terbaru bersama Lee Joon.”

 

“Drama erotik?”

 

“Bukan,” Gikwang jadi tertawa mendengarnya, “drama biasa. Sepertinya Hyuna akan berhenti dari dunia film porno setelah kontraknya selesai.”

 

 

Mendengar ini semua Hyunseung menarik nafas, terkejut. Ia tidak yakin bahwa Hyuna yang mereka bicarakan sama dengan Hyuna-nya. Tapi memang HyunA menyebut-nyebut soal pekerjaan. Mengenai ia ingin mencoba pekerjaan yang lebih baik… Apa ini maksudnya?

 

“Rasanya aku pernah melihat dia sebelumnya,” kata Junhyung dengan dahi berkerut, mencoba mengingat-ingat.

 

“Wajar kan? Dia artis yang terkenal dunia-nya.”

 

“Bukan,” geram Junhyung sambil melembar botol cola ke arah Yoseob, “baru-baru ini.”

 

“Bagaimana ya, Junhyungie, kau berkenalan dengan banyak gadis tiap datang ke bar,” ujar Hyunseung dengan seringai menyebalkan di wajahnya. Ia mencoba untuk tidak terlalu memikirkan masalah ini.

 

“Mungkin hanya mirip saja,” kata Dojoon sambil menepuk kepala Junhyung sok kebapak-an. “Kalau kau benar-benar bertemu dengannya dan tidak mengenalkannya padaku, aku akan melemparmu dari balkon.”

 

“Sama,” timpal Gikwang.

 

Junhyung cuma nyengir.

 

 

“Aku tidak begitu suka Lee Joon, tapi kalau dalam drama itu Hyuna ikut berperan, aku pasti menontonnya,” celetuk Dongwoon, diikuti dengan anggukan yang lain. Kecuali Hyunseung. Ia tidak yakin apa HyunA adalah Hyuna, bisa saja itu hanya ID saja. Ia sendiri tidak menggunakan nama aslinya. Tapi kebetulan ini—apa ini cuma kebetulan?

 

Ia melirik layar televisi sekali lagi.

 

Kali ini wajahnya memerah.

 

__________________________________________________________________

__________________________________________________________________

 

[No Subject]

From: J.S.

To: HyunA

 

So—how are you? Apa kau akhirnya menerima tawaran pekerjaan itu?

__________________________________________________________________

 

[Re: No Subject]

From: HyunA

To: J.S.

 

Yup! Terima kasih padamu, akhirnya aku menerima tawaran itu. Setelah mengurus beberapa hal lagi, aku akan benar-benar meninggalkan pekerjaanku yang lama.

__________________________________________________________________

__________________________________________________________________

Advertisements

25 thoughts on “Recursive [7]

  1. Nisaiueo [한늘미]

    lol at hyunseung. kenapa wajahmu memerah? haha -_-
    dan ngakak di bagian doojoon bilang kalo junhyung kenal hyuna tapi gak ngenalin hyuna ke dia, dia mau lempar junhyung dari balkon. lmao\

    lanjut~

  2. mochiangang

    aaaaa…..kenapa ketauannya harus kayak gitu… :'(

    kapan nih hyunseung-hyuna ketemu?? penasaran :)

    lanjut terus ya thor….

  3. nopedun

    asdfghjkl……. selalu menunggu ini~~~~~~~~ OMG!!! kurang panjang…. /plakkkk

    aku sukaaaaaaaaaaaaaaaaa berat #abaikan
    junhyunggggg… dibanyakin dunk beibbbbbbbbb……

  4. kimchi.dee

    a ha, aku baru ngerti sekarang kenapa Hyuna selalu bilang dirinya pendosa, so she’s a porn actress, eh?
    ini menarik sekali, terutama karena JS adalah seorang jaksa yang super kaku, hahaha .. aku juga akan menunggu kelanjutannya! yihaa!

  5. autumnfille

    Oh, whew, so HyunA is a porn star? Then it is clear enough why she always called herself a sinner.

    Will always be waiting the next chap, and btw, so it is true that boys love to watch porn altogether? HAHAHA WHAT IS THIS

  6. uknowacha

    ooh jadi Hyuna itu porn star pasntes selalu bilang kalo dia pendosa.
    Tapi aku bener2 suka sama kata2nya :D
    daebak!

  7. Mischa Jung

    Aku reader setiamu dibloog wff dan akhirny menemukan blog pribadimu…
    Errr…jgn” hyunA emank star porn???
    Hmm…JS ma hyunA ud makin akrab nih tp ga ketemu” nih…
    Makin pnasaran saya…

  8. snoweRhii

    baca dari awal, dan langsung tertarik untuk terus baca lanjutannya, dan nggak ada bosan2nya sama sekali.
    kapan ada lanjutannya, author? Saya bakal setia menunggu :)

  9. Orihimeindi

    Ini sebabnya hyuna bilang dy pendosa??
    Ini sebabnya hyuna bilang dy sprti pelacur klo kerja tiap hari
    Aaaaaa….beneran penasaran kpan mrka bisa ketemu :(
    J.S kenapa memerah wajahmu??
    Bneran terpesona atw tergoda .___.

  10. seungjung98

    alasan utama saya suka fict ini kenapa? karena pairing dan melibatkan cast beast! jujur saya merasa sulit mencari fict yg benar – benar main cast nya mereka. beast, 2hyun, cube family. sangat jarang. hope much you will post more fict with cube artists as the casts

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s